Home / Kliping / Dari 3,5 Juta Mobil di Jakarta, Baru Sekitar 180.000 Kendaraan yang Lulus Uji Emisi
Kendaraan bermotor terjebak dalam kemacetan di Kawasan Slipi, Jakarta Pusat, Kamis (06/12/2012). Pemprov DKI Jakarta akan menerapkan konsep pembatasan kendaraan bermotor melalui metode pelat nomor genap-ganjil sebagai solusi mengatasi kemacetan di ibu kota. (BERITA KOTA/ANGGA BN)
Kendaraan bermotor terjebak dalam kemacetan di Kawasan Slipi, Jakarta Pusat, Kamis (06/12/2012). Pemprov DKI Jakarta akan menerapkan konsep pembatasan kendaraan bermotor melalui metode pelat nomor genap-ganjil sebagai solusi mengatasi kemacetan di ibu kota. (BERITA KOTA/ANGGA BN)

Dari 3,5 Juta Mobil di Jakarta, Baru Sekitar 180.000 Kendaraan yang Lulus Uji Emisi

JAKARTA, KOMPAS.com – Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Andono Warih mengatakan, hingga Juli 2019, baru 5,6 persen mobil di Jakarta yang telah diuji emisi.

“Baru 5,6 persen mobil di Jakarta yang telah melakukan uji emisi atau hanya 196.440 mobil dari total 3,5 juta mobil pribadi di Ibu Kota,” ujar Andono di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Selasa (13/8/2019).

Dari 196.440 mobil yang telah diuji emisi, kata Andono, sebanyak 92 persen di antaranya lulus uji emisi.

Artinya, baru 180.724 dari 3,5 juta mobil di Jakarta yang lulus uji emisi.

Pemprov DKI Jakarta akan memperketat uji emisi kendaraan bermotor mulai 2020 demi mengurangi polusi udara yang ditimbulkan kendaraan.

Uji emisi akan menjadi syarat untuk memperpanjang surat tanda nomor kendaraan (STNK) dan membayar pajak kendaraan bermotor.

Selain itu, kendaraan yang tidak lulus uji emisi juga akan parkir lebih mahal.

Untuk mendukung kebijakan tersebut, Pemprov DKI juga akan mewajibkan bengkel dan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Jakarta memiliki alat uji emisi.

“Bengkel pelaksana uji emisi baru tersedia 155 unit dari kebutuhkan ideal 933 unit bengkel. Diperlukan penambahan fasilitas pelaksana uji emisi sebanyak 778 unit dalam waktu singkat,” kata Andono.

Menurut Andono, alat uji emisi akan menjadi syarat untuk memperpanjang izin usaha bengkel dan SPBU.

“Perubahan dirancang untuk mewajibkan bengkel dan SPBU di Jakarta yang akan memperpanjang izinnya untuk menyediakan fasilitas uji emisi, sehingga dalam waktu singkat akan tersedia fasilitas uji emisi yang cukup,” ucapnya.

Pengetatan uji emisi kendaraan bermotor merupakan salah satu isi Instruksi Gubernur Nomor 66 Tahun 2019 tentang Pengendalian Kualitas Udara.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menerbitkan ingub tersebut untuk menekan polusi udara Jakarta.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Dari 3,5 Juta Mobil di Jakarta, Baru Sekitar 180.000 Kendaraan yang Lulus Uji Emisi”, https://megapolitan.kompas.com/read/2019/08/13/14465091/dari-35-juta-mobil-di-jakarta-baru-sekitar-180000-kendaraan-yang-lulus.
Penulis : Nursita Sari
Editor : Sandro Gatra

Check Also

Pekerja akan memindahkan sejumlah tiang yang menghalangi jalur sepeda di Jalan Asia Afrika, Jakarta, Rabu (01/08/2018). Jalur sepeda di sepanjang jalan ini terhalang beberapa tiang lampu penerangan jalan umum (PJU), tiang lampu lalu lintas, hingga tiang rambu penunjuk jalan.(KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBELI)

Perluasan Jalur Sepeda, Efektifkah untuk Mengurangi Polusi Udara?

KOMPAS.com – Bersepeda sudah menjadi gaya hidup bagi sebagian masyarakat DKI Jakarta. Ada yang menggunakannya …