Home / Kliping / Jakarta Art Week 2019, Pemanfaatan Ruang Publik Sebagai Wadah Ekspresi Seni dan Budaya
(Foto : Mochamad Tresna Suheryanto / Beritajakarta.id)
(Foto : Mochamad Tresna Suheryanto / Beritajakarta.id)

Jakarta Art Week 2019, Pemanfaatan Ruang Publik Sebagai Wadah Ekspresi Seni dan Budaya

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, membuka secara resmi Jakarta Art Week 2019 yang menampilkan karya seni rupa di halte sepanjang Jalan Sudirman dan Stasiun MRT Jakarta, Senin (26/8).

Dalam sambutannya, Anies menyampaikan visi Jakarta yang memperlihatkan lebih banyak ruang untuk ekspresi seni dan budaya, sehingga terdapat interaksi dan pengalaman bagi warga yang beraktivitas di dalamnya.

“Ada ruang pertama, yaitu di rumah. Lalu, ruang kedua itu di tempat kerja. Lalu, di ruang ketiga, di antara rumah dan tempat kerja. Ruang ini harus menjadi ruang yang memberikan pengalaman bagi warga Jakarta. Karena itu, keseharian kita bukan saja perjalanan dari rumah ke tempat kerja, atau dari tempat kerja-pulang. Tapi, perjalanan itu harus diubah menjadi pengalaman, bukan sekadar perjalanan. Tapi, itu hanya bisa dilakukan lewat tangan-tangan kreatif yang mengubah ruang-ruang ketiga, (sebelumnya) sekadar menjadi tempat normal dan biasa-biasa saja, lalu berubah menjadi ruang yang selalu memberikan pengalaman,” ujar Anies mengawali sambutannya di Stasiun MRT Istora Mandiri, Jakarta Pusat, dikutip dari siaran pers PPID Provinsi DKI Jakarta.

Anies menjelaskan, Jakarta Art Week 2019 merupakan bentuk kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun kota secara bersama.

Anies menuturkan, pemerintah memiliki keunggulan dari aspek otoritas dan sumber daya fiskal, sedangkan masyarakat memiliki keunggulan daya kreativitas yang tinggi.

“Ketika kedua pihak ini digabungkan, masyarakat membawa kreativitas, negara membawa otoritas dan kemampuan fiskal, maka menjadi sebuah kolaborasi. Dan saya rasa hari ini kita menyaksikan sebuah hasil kolaborasi yang boleh kita sebut membanggakan bagi masyarakat di Jakarta kita. Saya juga ingin sampaikan terima kasih dan apresiasi kepada para seniman yang sudah terkibat langsung di sini. Apalagi tema yang diangkat tahun ini adalah tema yang sangat mendasar bagi kita semua di Jakarta,” terangnya.

Anies berharap, Jakarta Art Week 2019 menjadi gerbang pembuka kesempatan bagi para seniman untuk menampilkan karya-karyanya di hadapan warga. Gubernur Anies menyebut, Jakarta akan terus menjadi kota perdagangan, kota perekonomian, dan jangkauannya global. Karena itu, standar yang dimunculkan dalam ruang publik juga merupakan level global, salah satunya melalui ekspresi seni rupa.

“Saya ingin mengundang kepada semua. Mari kita jadikan Jakarta sebagai kanvas untuk kita berekspresi. Jakarta sebagai tempat kita mewujudkan ekspresi kita dan bentuknya bervariasi. Dengan cara seperti itu, maka kota ini menjadi hidup. Kota ini menjadi kota yang dinamis. Dan mereka yang tinggal di kota ini selalu merasakan kebaruan. Saya selalu menggarisbawahi pentingnya sebuah kota memberikan rasa kebaruan dan pengalaman baru setiap saat berkegiata di kota itu. Jakarta juga demikian. Kita ingin Jakarta nantinya menjadi kota yang penuh dengan berbagai instalasi seni, karya seni,” ungkapnya.

Anies menginginkan, Jakarta Art Week 2019 menjadi kegiatan yang berkelanjutan dan dapat berjalan lebih luas. Bukan hanya dari sisi jumlah seniman yang terlibat di dalamnya, tapi juga jangkauannya dapat lebih luas di berbagai wilayah Jakarta. Sehingga, Jakarta Art Week menjadi kegiatan yang ditunggu dari masa ke masa.

Untuk diketahui, Jakarta Art Week bertujuan untuk menjadikan Jakarta sebagai kota bersahabat, berseni, dan indah mempesona. Kegiatan ini juga dimaksudkan untuk lebih mendekatkan seni rupa ke publik dan dapat dinikmati secara luas oleh semua pihak.

Kegiatan ini dimeriahkan dengan pameran instalasi publik pada halte bus sepanjang Jalan Sudirman dan pintu Stasiun MRT Istora Mandiri yang merupakan landmark kota Jakarta.

Jakarta Art Week 2019 merupakan kegiatan yang pertama kalinya memperlihatkan seni rupa di ruang publik sebagai salah satu gaya hidup urban kota Jakarta, sekaligus melibatkan 10 seniman perempuan Indonesia.

Adapun 10 seniman perempuan yang berpartisipasi dalam Jakarta Art Week 2019 adalah Patricia Untario, Theresia Agustina Sitompul, Budi Asih, Cempaka Surakusumah, Dian Suci, Kalya Risangdaru, Maharani Mancanagara, Ajeng Martia Saputri, Sanchia, dan Hanggita Dewi

Mengangkat tema utama “Perempuan Bicara Seni”, para seniman yang menampilkan karyanya dalam Jakarta Art Week 2019 ingin mengajak semua perempuan Indonesia untuk mengekspresikan diri sesuai dengan keinginannya dan berhak mengaktualisasikan diri dalam meraih mimpinya setinggi mungkin.

Jakarta Art Week 2019 dapat dinikmati selama 26 Agustus – 15 September 2019, sekaligus menyambut pagelaran tahunan Art Jakarta yang menghadirkan 70 galeri dan menampilkan lebih dari 600 karya seniman dari dalam maupun luar negeri pada 30 Agustus-1 September 2019 di Jakarta Convention Center (JCC).

Berkolaborasi dengan MRT Jakarta, Trans Jakarta dan Dove Indonesia, Pemprov DKI Jakarta bersama MRA Media berharap masyarakat dapat menikmati pekan seni rupa yang berada di halte bus sepanjang Jalan Sudirman dan instalasi seni di beberapa mal besar di Jakarta.

Artikel ini telah tayang di beritajakarta.id dengan judul “Jakarta Art Week 2019, Pemanfaatan Ruang Publik Sebagai Wadah Ekspresi Seni dan Budaya”, http://www.beritajakarta.id/read/71548/jakarta-art-week-2019-pemanfaatan-ruang-publik-sebagai-wadah-ekspresi-seni-dan-budaya#.XWP4my2B0Wo
Reporter : Mustaqim Amna
Editor : Toni Riyanto

Check Also

Permukiman padat di Bidaracina, di sepanjang bantaran Kali Ciliwung, Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis (27/8/2015). Bidaracina merupakan kawasan yang akan digusur terkait proyek normalisasi dan sodetan Kali Ciliwung.(KOMPAS.com / RODERICK ADRIAN MOZES)

Proyek Sodetan Ciliwung Dimulai, Ini Proses Ganti Rugi terhadap Warga Bidara Cina

JAKARTA, KOMPAS.com – Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan …