Home / Kliping / MRT Akan Dapat Suntikan Dana Rp 230 Triliun dari Pemprov DKI 
Suasana Stasiun MRT Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Senin (25/3/2019). MRT Jakarta resmi beroperasi setelah diresmikan Presiden Joko Widodo pada Minggu (24/3/2019). Layanan pada fase operasi tidak berbayar dari Stasiun Lebak Bulus hingga ke Stasiun Bundaran HI akan dimulai pada pukul 05.30 WIB hingga 22.30 WIB.(KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO)
Suasana Stasiun MRT Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Senin (25/3/2019). MRT Jakarta resmi beroperasi setelah diresmikan Presiden Joko Widodo pada Minggu (24/3/2019). Layanan pada fase operasi tidak berbayar dari Stasiun Lebak Bulus hingga ke Stasiun Bundaran HI akan dimulai pada pukul 05.30 WIB hingga 22.30 WIB.(KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO)

MRT Akan Dapat Suntikan Dana Rp 230 Triliun dari Pemprov DKI 

JAKARTA, KOMPAS.com – Direktur utama PT MRT William Sabandar mengatakan, pihaknya akan mendapat suntikan dana sebesar Rp 230 triliun dari Pemprov DKI Jakarta. Angka tersebut berasal dari dari Rp 517 triliun anggaran Urban Regeneration Jakarta. “Dari Rp 517 triliun itu, sekitar Rp 230 triliun untuk MRT,” kata William saat ditemui di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Rabu (28/8/2019). Namun, angka tersebut baru gambaran besar jumlah yang akan diterima dan masih bisa berubah.

Nantinya jumlah uang tersebut akan dipakai untuk operasional MRT serta pembangunan fase dua, yaitu memperpanjang rute saat ini hingga ke Depo Kota. Lalu fase ke tiga dari barat hingga timur Jakarta, yaitu Kalideres ke Lenteng Agung. William mengatakan, proses pemindahan ibu kota tidak akan mengganggu pembangunan MRT. Ia memastikan aktivitas layanan dan pembangunan MRT akan berjalan seperti biasa.

Pembangunan Infrastruktur MRT dari park and ride hingga pembangunan fase dua tetap berlangsung. “Meskipun pindah ibu kota, pembangunan infrastruktur tetap berjalan,” kata William. Pembangunan MRT akan terus berjalan dengan tujuan menjadikan Jakarta sebagai salah satu kota metropolitan di Indonesia. “MRT menjadi bagian dalam pembangunan kota metropolitan. Komitmen ini tetap berjalan” ucap dia.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan bahwa program Urban Regeneration Jakarta akan tetap terus berjalan walaupun ibu kota negara akan dipindahkan ke Kalimantan Timur. Program jangka panjang hingga 2030 itu akan menelan anggaran sebesar Rp 517 triliun. Program regenartion tersebut terdiri dari pembenahan transportasi, yaitu dengan perluasan MRT, LRT, bus dan Micro bus. Setelah itu soal perumahan, jangkauan ari bersih dan pengelolaan limbah.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “MRT Akan Dapat Suntikan Dana Rp 230 Triliun dari Pemprov DKI”, https://megapolitan.kompas.com/read/2019/08/28/21484351/mrt-akan-dapat-suntikan-dana-rp-230-triliun-dari-pemprov-dki?page=2.
Penulis : Walda Marison
Editor : Sandro Gatra

Check Also

Permukiman padat di Bidaracina, di sepanjang bantaran Kali Ciliwung, Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis (27/8/2015). Bidaracina merupakan kawasan yang akan digusur terkait proyek normalisasi dan sodetan Kali Ciliwung.(KOMPAS.com / RODERICK ADRIAN MOZES)

Proyek Sodetan Ciliwung Dimulai, Ini Proses Ganti Rugi terhadap Warga Bidara Cina

JAKARTA, KOMPAS.com – Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan …