Home / Kegiatan / Narasumber dalam Isocarp World Congress 2019
IMG_7293

Narasumber dalam Isocarp World Congress 2019

Jakarta, 11 September 2019. Pada tanggal 9-13 September 2019, Kota Jakarta dan Kota Bogor mendapatkan kesempatan menjadi tuan rumah kegiatan ISOCARP World Congress 2019. Kongres yang mengusung tema “Beyond The Metropolis” tersebut, merupakan wadah untuk berbagi informasi dan pengalaman dibidang perencanaan dan pembangunan kota

UN-Habibat sebagai salah satu lembaga yang bergerak dibidang perkotaan, mendapatkan satu sesi khusus dalam Kongres ISOCARP untuk membicarakan isu-isu metropolis. Sejalan dengan hal tersebutUN-Habitat mengundang: (i) Deputi Gubernur Provinsi DKI Jakarta Bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup (TRLH); dan (ii) Eric Huybrechts selaku perwakilan Pemerintah Kota Paris, untuk hadir menjadi narasumber dalam sesi mereka yang bertemakan tantangan kawasan metropolitan.

Sesi tersebut diisi oleh 3 narasumber utama dengan rincian sebagai berikut:

  1. Remy Sietchiping dari UN-Habitat, yang membahas mengenai penggunaan MetroHUB sebagai instrumen untuk meningkatkan kapasitas manajemen perkotaan para pemangku kepentingan di kawasan Metropolis, baik dari segi perencanaan, finansial, kepemerintahan, dan keberlanjutan lingkungan.
  2. Deputi Gubernur Bidang TRLH, yang membahas tentang tantangan Kota Metropolitan Jakarta, serta upaya yang telah dilakukan DKI Jakarta dalam menjawab tantangan-tantangan tersebut.
  3. Eric Huybrechts perwakilan Pemerintah Kota Paris, yang membahas tentang isu kepemerintahan kawasan metropolitan Paris.

Dalam sesi tersebut, Deputi TRLH dan Eric Huybrechts sepakat bahwa  isu utama kawasan metropolitan adalah isu Fragmented Governance atau fragmentasi kepemerintahan. Isu tersebut ditandai dengan adanya perbedaan periode pemerintahan, dan banyaknya hirarki pemerintahan yang ada di wilayah metropolitan (pemerintah kota/kabupaten, provinsi, dan pusat). Kompleksitas tersebut pada akhirnya mengakibatkan perencanaan pembangunan antardaerah administrasi di wilayah metropolitan kurang sinergis.

Dalam mengatasi hal tersebut, Deputi Gubernur Provinsi DKI Jakarta menyampaikan 4 hal yang telah dilakukan Pemerintah Daerah di wilayah Jabodetabek untuk memperkuat koordinasi dalam isu Fragmented Governance, yaitu:

  • Informal Coordination, atau koordinasi antar pemerintah daerah wilayah Jabodetabekjur dalam bentuk rapat, forum, seminar, dan lainnya.
  • Inter-municipal authorities, atau pembentukan badan koordinasi antarpemerintah Jabodetabek. Contoh: Badan Kerja Sama Pembangunan Jabodetabekjur (BKSP).
  • Supra-municipal authorities,atau pembentukan badan koordinasi oleh hirarki pemerintahan yang lebih tinggi, dalam hal ini pemerintah pusat. Contoh: Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ).
  • Special Status, atau pembentukan/penetapan Wilayah Metropolitan Jakarta sebagai kawasan otonomi baru.

Deputi Gubernur Provinsi DKI Jakarta memberikan usulan pentingnya penyusunan  rencana pembangunan terpadu antardaerah administrasi di wilayah metropolitan, atau yang disebut dengan Grand Design/Desain Besar. Melalui Desain Besar tersebut, diharapkan pemberian bantuan lebih merata dan terkoordinir, serta prioritas pembangunan antardaerah lebih sinergis.

Check Also

WhatsApp Image 2019-09-18 at 3.51.02 PM

Wawancara Mahasiswa Universitas Tarumanegara (UNTAR)

Jakarta, 17 September 2019. Mahasiswa Magister dari UNTAR, Ivan Billy Zaini, berkunjung ke kantor Kedeputian Gubernur …