Home / Kliping / Penerapan Perluasan Ganjil-Genap Dinilai Belum Kurangi Kemacetan
Suasana penindakan pelanggar ganjil genap di Jalan DI Panjaitan, Jakarta Timur, Selasa (10/9/2019) sore.(KOMPAS.com/DEAN PAHREVI)
Suasana penindakan pelanggar ganjil genap di Jalan DI Panjaitan, Jakarta Timur, Selasa (10/9/2019) sore.(KOMPAS.com/DEAN PAHREVI)

Penerapan Perluasan Ganjil-Genap Dinilai Belum Kurangi Kemacetan

JAKARTA, KOMPAS.com – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai menerapkan perluasan pembatasan kendaraan bermotor berdasarkan pelat nomor ganjil dan genap di Jakarta pada 9 September 2019. Pengamat kebijakan publik Azas Tigor Nainggolan menilai, perluasan sistem ganjil genap itu belum terlihat mengurangi kemacetan, bahkan polusi udara di Jakarta. Soalnya, masih banyak warga yang menggunakan sepeda motor. Sepeda moror merupakan penyumbang terbesar polusi udara.

“Tidak ngaruh, tidak efektif mengurangi kemacetan. Orang masih saja banyak yang gunakan motor. Jadi ya sama saja (macet). Lalu banyak pengecualian lagi,” kata Tigor di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (12/9/2019). Menurut dia, sistem electronic road pricing (ERP) atau jalan berbayar lebih efektif mengurangi kemacetan dibandingkan sistem ganjil genap. Ia mencontoh Singapura yang sudah mengadopsi kebijakan jalan berbayar itu. “Ya kalau ganjil genap kan bisa aja dicari celahnya, tapi kalau sudah berbayar pasti terserah deh mau lewat yang penting bayar. Daripada orang dilarang-larang, akan dicari celahnya,” katanya. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah menerbitkan Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 66 Tahun 2019 tentang Pengendalian Kualitas Udara. Dalam instruksi tersebut, terdapat beberapa langkah yang akan diterapkan untuk menekan polusi udara, salah satunya adalah perluasan sistem ganjil genap. Perluasan sistem ganjil genap diberlakukan pada Senin-Jumat, mulai pukul 06.00-10.00 WIB dan 16.00-21.00 WIB. Aturan itu tidak berlaku pada Sabtu, Minggu, dan hari libur nasional.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Penerapan Perluasan Ganjil-Genap Dinilai Belum Kurangi Kemacetan”, https://megapolitan.kompas.com/read/2019/09/12/19185861/penerapan-perluasan-ganjil-genap-dinilai-belum-kurangi-kemacetan.
Penulis : Cynthia Lova
Editor : Egidius Patnistik

Check Also

Permukiman padat di Bidaracina, di sepanjang bantaran Kali Ciliwung, Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis (27/8/2015). Bidaracina merupakan kawasan yang akan digusur terkait proyek normalisasi dan sodetan Kali Ciliwung.(KOMPAS.com / RODERICK ADRIAN MOZES)

Proyek Sodetan Ciliwung Dimulai, Ini Proses Ganti Rugi terhadap Warga Bidara Cina

JAKARTA, KOMPAS.com – Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan …