Home / Kliping / Pemindahan KA Jarak Jauh dari Stasiun Gambir ke Manggarai, Wujudkan Konsep Lama…
Jalur 10 di Stasiun Manggarai ditutup sejak 23 Januari 2019. Hal itu dilakukan guna mempercepat revitalisasi Stasiun Manggarai. Jalur 10 yang biasa ditempati oleh KRL jurusan Jakarta-Depok/Bekasi akan dialihkan ke jalur 8, 5, dan 4. Meski penutupan telah berlansung selama tiga hari, tidak tampak adanya penumpukan penumpang di Stasiun Manggarai. Sejumlah penunjuk arah dipasang begitu juga dengan petugas stasiun yang mengarahkan para penumpang, Sabtu (26/1/2019).(KOMPAS.com/DAVID OLIVER PURBA)
Jalur 10 di Stasiun Manggarai ditutup sejak 23 Januari 2019. Hal itu dilakukan guna mempercepat revitalisasi Stasiun Manggarai. Jalur 10 yang biasa ditempati oleh KRL jurusan Jakarta-Depok/Bekasi akan dialihkan ke jalur 8, 5, dan 4. Meski penutupan telah berlansung selama tiga hari, tidak tampak adanya penumpukan penumpang di Stasiun Manggarai. Sejumlah penunjuk arah dipasang begitu juga dengan petugas stasiun yang mengarahkan para penumpang, Sabtu (26/1/2019).(KOMPAS.com/DAVID OLIVER PURBA)

Pemindahan KA Jarak Jauh dari Stasiun Gambir ke Manggarai, Wujudkan Konsep Lama…

JAKARTA, KOMPAS.com – Stasiun Gambir, Jakarta Pusat tak lagi melayani angkutan Kereta Api (KA) jarak jauh pada akhir 2021 nanti. Layanan KA jarak jauh ini nantinya dipindahkan keseluruhan ke Stasiun Manggarai. Berikut rencana terkait rencana perpindahan stasiun KA jarak jauh yang dirangkum Kompas.com:

1. Menunggu revitalisasi DDT

Kasubag Humas Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Supandi mengatakan, perpindahan itu menunggu proyek revitalisasi Stasiun Manggarai selesai. “Iya konsepnya seperti itu akhir 2021 (KA jarak jauh) dipindahkan ke Manggarai. Jadi pembangunan stasiun Manggarai itu kan salah satu proyek double double track Manggarai-Cikarang, itu akan dibangun untuk meningkatkan kapasitas,” kata dia saat dihubungi Kompas.com, Rabu (9/10/2019).

Ia mengatakan, perpindahan ini dilakukan karena Stasiun Manggarai lebih memungkinkan untuk dikembangkan kapasitas pelayanan dibandingkan Stasiun Gambir. “Jadi ini lebih mudah dikembangkan daripada di stasiun Gambir yang sudah mentok seperti itu. Apalagi Stasiun Gambir kan masuk ring 1,” ujar Supandi.

2. Dibagi 2 lantai

Nantinya jalur KA jarak jauh akan berada di lantai 2 bersama jalur KRL Bogor Line. Sedangkan di lantai 1 akan ditempati KRL Bekasi Line dan KA Bandara. Di kedua lantai ini memiliki jalur yang banyak sehingga bisa menampung berbagi jenis KA maupun KRL. “Nah nanti di Manggarai sendiri akan dibuatgrade yang ground floor sekarang di situ ada 8 jalur kemudian di lantai 2 dibangun 10 jalur,” tuturnya.

3. Stasiun Gambir untuk KRL dan KA khusus

Pasca KA jarak jauh dipindahkan ke Stasiun Manggarai, Stasiun Gambir nantinya hanya digunakan untuk KRL dan kereta-kereta khusus. “Gambir berfungsi untuk pelayanan KRL juga KA khusus tapi di Stasiun Senen tetap ada pelayanan KA jarak jauh untuk yang ekonomi,” ucapnya. KA khusus yang akan beroperasi di Stasiun Gambir di antaranya KA Wisata, KA Kepresidenan, serta KA untuk pejabat. “Karena cuma 4 jalur enggak mungkin itu dibangun integrasi pertemuan dari KRL Bogor-Bekasi. Sekarang kan Manggarai sudah sebagai stasiun transit jadi tinggal pengembangan DDT (double double track),” ujar Supandi.

4. Konsep lama

Supandi mengungkapkan, sebenarnya konsep untuk menjadikan Stasiun Manggarai sebagai pusat beroperasinya berbagai kereta sudah dirancang sejak 1980-an. Rancangan itu telah melalui berbagai studi hingga akhirnya bisa diwujudkan pembangunannya pada 2021. “Ini sebenarnya konsep lama. Jadi sejak tahun 80-an sudah ada konsep ini, Manggarai ke depan sebagai stasiun sentral. Studi-studi sudah dilakukan jadi sekarang memang proses pembangunan. Ke depan sudah siap harus direncanakan di Gambir pindah ke Manggarai,” kata dia.

5. Stasiun Manggarai terintegrasi berbagai moda transportasi

Dengan berpindahkan KA jarak jauh, Stasiun Manggarai, akan menjadi pusat beroperasinya berbagai angkutan kereta. Selain pusat kereta, Stasiun Manggarai juga dipilih sebagai tempat terintegrasinya berbagai moda transportasi. “Iya istilahnya apa sentral atau apa. Intinya pertemuan antara KA jarak jauh, bandara, KRL. Kita bangun integrasi antarmoda di situ, ada halte Transjakarta ada skybridge dari Pasar Raya Manggarai, area drop off penumpang karena konsep kita adalah mengurangi penggunaan kendaraan pribadi,” jelas Supandi. Menurut dia, pengintegrasian ini dilakukan agar penumpang yang turun di Stasiun Manggarai bisa lebih mudah memilih moda transportasi untuk melanjutkan perjalanan terutama bagi pengguna KA jarak jauh. “Kalau di Manggarai dia turun tinggal pindah peron naik KRL lebih mudah. Kalau di Gambir kan hanya terbatas dari situ turun ojol terus parkir kendaraan. Kan ada kebijakan Pemda DKI mengurangi parkir kendaraan pribadi jadi kita ikut,” tuturnya.

6. Cara atasi penumpukan

Meski nantinya menjadi pusat sejumlah kereta, pihak Kemenhub berupaya agar penumpukan penumpang di Stasiun Manggarai tak terjadi. “Jadi ini juga jadi concern kita karena memang kondisinya seperti itu. Rencana ke depan nanti peron 1 2 dihilangkan itu agak luas untuk pergerakan penumpang,” jelas dia. Selanjutnya untuk akses penumpang KA bandara yang masuk dan keluar melewati pintu depan akan diganti dengan melewati underpass.

“Sekarang kan ada nanti kita kembangkan peron 9 10 itu KA bandara jadi jalur khusus ada di situ. Itu salah satu cara mengurangi penumpukan yang bisa menghambat (pergerakan penumpang),” ujarnya. Konsep stasiun ini pun akan dibuat dalam 2 lantai. Di lantai pertama terdapat 8 jalur kereta untuk KRL Bekasi line dan KA Bandara. Lalu di lantai 2 dikhususkan untuk KA jarak jauh dan KRL Bogor Line. Adapun menurutnya Stasiun Manggarai akan dilengkapi fasilitas dan pelayanan yang nyaman. Di lantai 1 dan 2 akan dibuka ruangan pelayanan yang sangat luas lalu stasiun ini dilengkapi 14 lift dan 14 eskalator.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Pemindahan KA Jarak Jauh dari Stasiun Gambir ke Manggarai, Wujudkan Konsep Lama…”, https://megapolitan.kompas.com/read/2019/10/10/09321031/pemindahan-ka-jarak-jauh-dari-stasiun-gambir-ke-manggarai-wujudkan-konsep?page=4.
Penulis : Ryana Aryadita Umasugi
Editor : Irfan Maullana

Check Also

Pekerja akan memindahkan sejumlah tiang yang menghalangi jalur sepeda di Jalan Asia Afrika, Jakarta, Rabu (01/08/2018). Jalur sepeda di sepanjang jalan ini terhalang beberapa tiang lampu penerangan jalan umum (PJU), tiang lampu lalu lintas, hingga tiang rambu penunjuk jalan.(KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBELI)

Perluasan Jalur Sepeda, Efektifkah untuk Mengurangi Polusi Udara?

KOMPAS.com – Bersepeda sudah menjadi gaya hidup bagi sebagian masyarakat DKI Jakarta. Ada yang menggunakannya …