Home / Kegiatan / Rembug Warga Fasilitasi Penataan Kawasan Permukiman Padat
rembug warga

Rembug Warga Fasilitasi Penataan Kawasan Permukiman Padat

rembug warga

Jakarta, 17 Oktober 2019. Persiapandi Kelurahan Pasar Manggis yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Penataan Agraria Kementerian ATR pada hari Kamis tanggal 17 Oktober 2019 Pukul 09.00 di Hotel Erian Jakarta Jl. K. H. Wahid Hasyim No. 45 Jakarta. Acara ini dibuka oleh Kasubdit Potensi dan Perencanaan Direktorat Konsolidasi Tanah Ditjen Penataan Agraria Kementerian ATR, dihadiri oleh Asisten Deputi Gubernur Provinsi DKI Jakarta Bidang Tata Ruang, Unsur Kanwil BPN Provinsi DKI Jakarta, Unsur Direktorat Pelaksanaan Pembiayaan Perumahan Ditjen Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PUPR, Unsur Dinas CKTRP Provinsi DKI Jakarta, Unsur Dinas PRKP Provinsi DKI Jakarta, Camat Setiabudi, Lurah Pasar Manggis, Ir. Dodo Juliman (Combine Resource Institution), Tim World Bank dan Tim JICA, serta beberapa perwakilan masyarakat. Acara ini merupakan kelanjutan dari rapat-rapat terdahulu, yang secara khusus bertujuan untuk mematangkan kembali bahan yang akan dipergunakan untuk acara Rembug Warga yang direncanakan untuk dilaksanakan pada minggu yang akan datang. Rembug Warga ini sendiri akan mencakup 2 hal penting yaitu: Pengkondisian masyarakat setempat dan Penjaringan aspirasi masyarakat setempat. Kesimpulan dan tindak lanjut dari acara ini adalah Perlu dipikirkan bagaimana agar pihak-pihak terkait dapat memperoleh informasi yang jelas mengenai Konsolidasi Tanah Vertikal ini. Bukan saja masyarakat, tetapi juga instansi-instansi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. Untuk itu, diharapkan Ditjen Penataan Agraria Kementerian ATR dapat lebih intensif mengadakan sosialisasi. Perlu disiapkan pola yang tepat dalam berkomunikasi dengan warga yang diharapkan berpartisipasi dalam Konsolidasi Tanah Vertikal. Terkait dengan hal ini, substansi/materi yang akan disampaikan ketika rembug warga perlu disempurnakan. Citra bahwa suatu program bersifat “top-down” masih kuat terasa sehingga dikawatirkan menimbulkan resistensi warga. Untuk itu, diperlukan pendekatan khusus. Disarankan agar pelaksanaan Rembug Warga dapat diundurkan setelah adanya perbaikan pola komunikasi dan materi yang akan disampaikan kepada warga.

Check Also

WhatsApp Image 2019-10-29 at 4.15.29 PM

Rapat Teknis Persiapan Penyelenggaraan Seminar “Toward a Resillient City with a Sustainable and Smart Approach”

Jakarta, 29 Oktober 2019. Kedutaan Besar Perancis pada tanggal 28 November 2019 bekerjasama dengan Pemprov DKI …