Home / Kliping / Anies: Indonesia Masuk G-20, tapi Ketimpangan di Dalam Negeri Luar Biasa
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Kamis (24/10/2019).(KOMPAS.COM/NURSITA SARI)
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Kamis (24/10/2019).(KOMPAS.COM/NURSITA SARI)

Anies: Indonesia Masuk G-20, tapi Ketimpangan di Dalam Negeri Luar Biasa

JAKARTA, KOMPAS.com – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memimpin upacara memperingati Hari Sumpah Pemuda di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Senin (28/10/2019). Anies tampak mengenakan baju batik dinas bewarna biru. Seusai upacara, Anies menyinggung Indonesia yang masuk dalam G-20. Namun, Indonesia masih mengalami ketimpangan sosial yang luar biasa. G20 merupakan kelompok 20 ekonomi utama yang terdiri dari 19 negara dengan perekonomian besar di dunia ditambah Uni Eropa. “Jadi ketimpangan antarnegara sudah mengecil, tapi ketimpangan dalam negaranya yang melebar dan itu dialami seluruh negara di dunia. Coba perhatikan, Indonesia masuk G-20 kan berarti kita masuk top 20. India Top 20. Begitu sampai di dalam negerinya ada ketimpangan luar biasa,” ujar Anies di Monas, Jakarta Pusat, Senin.

Di hari Sumpah Pemuda ini, kata Anies, mengurangi ketimpangan adalah salah satu cara merawat persatuan Indonesia. “Kalau kita hari ini, kita menghadapi tantangan yang berbeda. Kalau dahulu tantangannya adalah membuat persatuan, sekarang merawat persatuan. Salah satu cara terpenting dalam menjaga persatuan adalah dengan menghadirkan perasaan keadilan,” ujar Anies. Ia mengatakan, cara merawat persatuan bisa dilakukan dengan menghadirkan kebijakan-kebijakan yang adil. Sebab jika membuat kebijakan tidak memperhitungkan faktor keadilan, Anies mengatakan, ketimpangan sosial itu akan melebar. “Kebijakan harus semuanya memperhitungkan faktor keadilan karena kalau kebijakan disusun tanpa memperhatikan faktor keadilan, nanti setelah berjalan beberapa tahun baru terjadilah pelebaran ketimpangan karena pelebaran ketimpangan tidak otomatis saat kebijakan itu dibuat langsung berdampak. Dibutuhkan waktu beberapa tahun baru terasa,” kata Anies.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Anies: Indonesia Masuk G-20, tapi Ketimpangan di Dalam Negeri Luar Biasa”, https://megapolitan.kompas.com/read/2019/10/28/11083831/anies-indonesia-masuk-g-20-tapi-ketimpangan-di-dalam-negeri-luar-biasa.
Penulis : Cynthia Lova
Editor : Sandro Gatra

Check Also

Pekerja akan memindahkan sejumlah tiang yang menghalangi jalur sepeda di Jalan Asia Afrika, Jakarta, Rabu (01/08/2018). Jalur sepeda di sepanjang jalan ini terhalang beberapa tiang lampu penerangan jalan umum (PJU), tiang lampu lalu lintas, hingga tiang rambu penunjuk jalan.(KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBELI)

Perluasan Jalur Sepeda, Efektifkah untuk Mengurangi Polusi Udara?

KOMPAS.com – Bersepeda sudah menjadi gaya hidup bagi sebagian masyarakat DKI Jakarta. Ada yang menggunakannya …