Home / Kliping / Perluasan Jalur Sepeda, Efektifkah untuk Mengurangi Polusi Udara?
Pekerja akan memindahkan sejumlah tiang yang menghalangi jalur sepeda di Jalan Asia Afrika, Jakarta, Rabu (01/08/2018). Jalur sepeda di sepanjang jalan ini terhalang beberapa tiang lampu penerangan jalan umum (PJU), tiang lampu lalu lintas, hingga tiang rambu penunjuk jalan.(KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBELI)
Pekerja akan memindahkan sejumlah tiang yang menghalangi jalur sepeda di Jalan Asia Afrika, Jakarta, Rabu (01/08/2018). Jalur sepeda di sepanjang jalan ini terhalang beberapa tiang lampu penerangan jalan umum (PJU), tiang lampu lalu lintas, hingga tiang rambu penunjuk jalan.(KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBELI)

Perluasan Jalur Sepeda, Efektifkah untuk Mengurangi Polusi Udara?

KOMPAS.com – Bersepeda sudah menjadi gaya hidup bagi sebagian masyarakat DKI Jakarta. Ada yang menggunakannya sebagai rekreasi, olahraga rutin, bahkan emanfaatkannya sebagai transportasi utama menuju ke kantor. Untuk memfasilitasi para pengguna sepeda, sekaligus mengurangi kemacetan di berbagai wilayah di Ibu Kota, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan meluncurkan 17 jalur sepeda di Jakarta. “Iya, ada 17 ruas jalan yang menjadi jalur sepeda dan akan diujicobakan,” ucap Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo, seperti dimuat di Kompas.com, Selasa (17/9/2019) lalu. Uji coba jalur sepeda ini akan dibagi dalam 3 fase dengan waktu pelaksanaan berbeda-beda selama 2 bulan penuh. Sebanyak tujuh jalur akan diujicobakan pada 20 September-19 November 2019 sepanjang hari.

Rutenya adalah Jalan Medan Merdeka Selatan, Jalan M.H Thamrin, Jalan Imam Bonjol, Jalan Pangeran Diponegoro, Jalan Proklamasi, Jalan Pramuka, dan Jalan Pemuda. Sementara itu, fase 2 akan diujicobakan pada 12 Oktober-19 November 2019 meliputi empat jalur, yakni Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Sisingamangaraja, Jalan Panglima Polim, dan Jalan RS Fatmawati Raya. Sedangkan fase 3 sebanyak enam jalur akan diujicobakan pada 2-19 November 2019. Jalurnya adalah Jalan Tomang Raya, Jalan Cideng Timur, Jalan Kebon Sirih, Jalan Matraman Raya, Jalan Jatinegara Barat, dan Jalan Jatinegara Timur.

Mengurangi polusi udara

Dengan perluasan jalur-jalur sepeda ini, Pemprov DKI berharap dapat mendorong lebih banyak warga Jakarta beraktivitas menggunakan sepeda. “Kami akan meluncurkan jalur-jalur sepeda yang kita harapkan nanti warga Jakarta lebih banyak lagi menggunakan sepeda,” ujar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam kesempatan yang sama. Anies menuturkan, sepeda bisa digunakan sebagai alat transportasi sehari-hari. Warga bisa menggunakan sepeda untuk menempuh jarak yang cukup dekat.

Jalur sepeda di sepanjang jalan Fatmawati, Jakarta Selatan, Kamis (10/10/2019)(KOMPAS.COM/WALDA MARISON)
Jalur sepeda di sepanjang jalan Fatmawati, Jakarta Selatan, Kamis (10/10/2019)(KOMPAS.COM/WALDA MARISON)

“Untuk lokasi yang dekat, untuk jarak-jarak tempuh yang memungkinkan menggunakan sepeda, kami mendorong masyarakat menggunakan sepeda,” kata Anies. Selain membangun jalur sepeda, Pemprov DKI juga akan menyiapkan banyak tempat parkir sepeda. Pemprov DKI meminta pula perusahaan swasta menyiapkan tempat parkir sepeda di kantor mereka. Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan, Christianto menambahkan, selain untuk memotivasi warga beraktivitas menggunakan sepeda, kendaraan roda dua tanpa bahan bakar ini pun diharapkan bisa mengurangi polusi udara di Jakarta. “Dengan semakin banyak orang bersepeda, dapat mengurangi polusi udara, dan pengguna kendaraan pribadi di jalan-jalan Ibu Kota bisa semakin ditekan,” kata Christianto, seperti dimuat di Kompas.com, Kamis (10/10/2019) lalu.

Untuk menyosialisasikan jalur sepeda di sepanjang Jalan Fatmawati, Jalan Panglima Polim, dan Jalan Sisingamangaraja yang termasuk dalam Fase 2, petugas Dishub Jakarta Selatan berkeliling dengan sepeda di jalur tersebut selama tiga jam dalam sehari. Sosialisasi bertujuan untuk memperingatkan pengendara sepeda motor dan mobil agar tidak menggunakan jalur sepeda. Christanto berharap dengan sosialisasi tersebut para pengendara motor dan mobil bisa mengetahui fungsi jalur dan menghargai hak para pengguna sepeda. Banyaknya pekerja yang menggunakan sepeda, tak lepas dari fasilitas di MRT yang menyediakan gerbong khusus untuk kursi roda, sepeda lipat, atau skuter listrik. Dengan begitu, MRT telah mengubah gaya hidup orang Jakarta. Dengan kolaborasi MRT dan jalur sepeda yang sedang disediakan Pemprov DKI, bisa saja nanti warga perlahan-lahan mulai melirik sepeda sebagai moda transportasi penunjang. Kalau itu terjadi bukan saja kemacetan di DKI yang terurai, udara di Jakarta pun semakin bersih

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Perluasan Jalur Sepeda, Efektifkah untuk Mengurangi Polusi Udara?”, https://megapolitan.kompas.com/read/2019/11/04/21085031/perluasan-jalur-sepeda-efektifkah-untuk-mengurangi-polusi-udara?page=2.

Editor : Kurniasih Budi

Check Also

1020407snorkelingg3780x390

Begini Cara Pemprov DKI Buat Kepulauan Seribu Tak Kesulitan Air Bersih

KOMPAS.com – Terkenal sebagai tempat tujuan wisata di DKI Jakarta dan sekitarnya, Kepulauan Seribu ternyata …