Home / Kegiatan / Forum Group Discussion (FGD) Kedua Penyusunan Pedoman Teknis Pelestarian Kawasan Cagar Budaya Menteng dan Kebayoran Baru
IMG_0501

Forum Group Discussion (FGD) Kedua Penyusunan Pedoman Teknis Pelestarian Kawasan Cagar Budaya Menteng dan Kebayoran Baru

Jakarta, 8 November 2019. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta menyelenggarakan Forum Group Discussion (FGD) kedua Penyusunan Pedoman Teknis Pelestarian Kawasan Cagar Budaya Menteng dan Kebayoran Baru. Tujuan FGD tidak lain untuk mendapatkan saran dan masukan terhadap draf Pedoman Teknis yang telah disusun oleh Tim Konsultan.

FGD dibuka oleh perwakilan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, dan turut dihadiri oleh unsur Pemprov DKI Jakarta (Kedeputian Gubernur bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup/TRLH, Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu/DPMPSTP, Dinas Sumber Daya Air/DSDA, Badan Pajak dan Retribusi Daerah, Kota Administrasi Jakarta Selatan, Tim Sidang Pemugaran/TSP, Tim Ahli Cagar Budaya/TACB), Akademisi dan pemerhati sejarah DKI Jakarta.

Berdasarkan hasil FGD pertama yang telah dilakukan beberapa minggu sebelumnya, diperoleh informasi bahwa perencanaan transportasi, pemadatan kawasan, dan pembangunan kota yang dinamis seringkali menjadi penyebab utama berubahnya suatu kawasan cagar budaya. Hal ini diperburuk dengan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) yang tidak membedakan ketentuan teknis pengaturan zonasi (TPZ) untuk kawasan cagar budaya dengan kawasan lain.

Pada FGD kedua, pedoman teknis memuat klasifikasi kawasan berdasarkan perubahannya. Terdapat 3 (tiga) klasifikasi, yaitu:

  • Golongan I: Sedikit berubah, untuk itu diusulkan pengendalian kawasan yang sangat ketat untuk menjaga kelestarian kawasan tersebut
  • Golongan II: Sebagian telah berubah, untuk itu diusulkan pengendalian yang ketat.
  • Golongan III: Banyak berubah, diusulkan pengendalian sedang untuk kawasan tersebut.

Kriteria/indikator yang digunakan untuk melakukan klasifikasi tersebut meliputi:

  • Perubahan tata guna lahan
  • Jumlah bangunan asli dalam satu koridor
  • Vegetasi dominan
  • Jumlah lantai bangunan
  • Bentuk atap
  • Warna dinding
  • Ketinggian pagar

Beberapa hal yang diatur dalam pedoman teknis adalah:

  • Kaveling, terutama dalam hal tata cara pemisahan dan penggabungan kaveling.
  • Kondisi Lingkungan, yang mengatur lebar jalan, jalur pedestrian, vegetasi, street furniture, pagar, parkir, dan jumlah pintu masuk.
  • Kondisi Bangunan, yang mengatur jenis bangunan, ketinggian, massa bangunan, bentuk atap, jarak bebas, dinding, bukaan, warna dan material.

Menanggapi draf Pedoman Teknis tersebut, peserta menyampaikan bahwa pedoman teknis dirasa terlalu fokus pada pengaturan bangunan, dan belum mengakomodir tata cara pelestarian fasilitas sarana-prasarana di kawasan cagar budaya tersebut. Perlu diketahui bahwa benda cagar budaya tidak hanya bangunan gedung, namun juga sarana-prasarana bersejarah di kawasan tersebut.

Selain itu, skema insentif dan disinsentif juga perlu dipertimbangkan untuk dimasukkan kedalam pedoman teknis, terutama skema perpajakan. Hal ini dilakukan untuk memudahkan pemilik bangunan gedung berpartisipasi dalam pelestarian.

Check Also

WhatsApp Image 2019-10-18 at 9.50.27 PM (1)

Selesainya Tugas Deputi Gubernur DKI Jakarta bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup

Jakarta, 23 Oktober 2019. Setelah 4 tahun bertugas sebagai Deputi Gubernur DKI Jakarta bidang Tata Ruang …