Home / Kegiatan / Narasumber dalam Forum Ilmiah Tahunan Ikatan Surveyor Indonesia (FIT ISI) 2019
isi3

Narasumber dalam Forum Ilmiah Tahunan Ikatan Surveyor Indonesia (FIT ISI) 2019

Jakarta, 28 November 2019. Plt. Deputi Gubernur Provinsi DKI Jakarta bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup (TRLH) berkesempatan mewakili Gubernur Provinsi DKI Jakarta untuk menjadi narasumber dalam Forum Ilmiah Tahunan Ikatan Surveyor Indonesia (FIT ISI) 2019 yang diadakan di Hotel JS. Luwansa, Jakarta Selatan. FIT-ISI 2019 diselenggarakan sebagai wadah berbagi informasi, pengalaman, dan berjejaring untuk seluruh pelaku yang bergerak di bidang informasi geospasial. Tema FIT-ISI 2019 adalah “Spatial Enablement for Better Indonesia”. Beberapa kegiatan yang diselenggarakan di FIT-ISI adalah: (i) Diskusi panel mengenai perkembangan geospasial; (ii) diseminasi kajian-kajian ilmiah tingkat internasional; dan (iii) pameran terkait bidang geospasial. Pembicara utama dalam sesi diskusi panel yaitu: (i) Kepala Badan Informasi Geospasial (BIG); (ii) Plt. Deputi Gubernur Provinsi DKI Jakarta bidang TRLH; (iii) Presiden PT. Grab Indonesia.

Dalam diskusi tersebut, Kepala BIG menyampaikan bahwa integrasi data statistik dengan data spasial sudah menjadi agenda global. Di indonesia integrasi data tersebut didukung oleh Perpres 39/2019 tentang Satu Data Indonesia. Untuk mendukung hal tersebut, surveyor Indonesia  diharapkan dapat menjembatani integrasi data geospasial dengan data statistik, sekaligus memberikan wawasan penggunaan informsai geospasial kepada masyarakat luas. Sebagai informasi, saat ini indonesia membutuhkan kurang lebih 20.000 surveyor baik dari tingkat SMK hingga sarjana untuk mendukung percepatan program satu peta Indonesia.

Pemanfaatan dan inovasi peta digital akan menjadi krusial pada era Industri 4.0. Beberapa contoh inovasi yang sedang dilakukan Grab seperti pengembangan integrasi peta dengan pembayaran daring (online), navigasi multimoda (bus, kereta, otoped, dll), dan augmented reality navigation untuk di dalam gedung. Data pemetaan yang bersifat 3 dimensi (3D) saat ini juga menjadi penting karena pengelolaan kota bersifat 3 dimensi, yaitu darat, udara, dan bawah bumi. Presiden Grab menyampaikan bahwa untuk menjaga agar inovasi dapat berkelanjutan perlu dipastikan beberapa hal, antara lain: (i) Kegiatan harus strategis agar mudah mendapatkan dukungan pendanaan; (ii) Kegiatan memiliki manfaat yang diinginkan oleh masyarakat; dan (iii) business oriented (bila dilakukan oleh non-pemerintah).

Dalam kasus DKI Jakarta, saat ini telah dilaksanakan kebijakan Jakarta Satu yang berfungsi untuk menghimpun dan mengintegrasikan data dari setiap OPD kedalam satu platform, untuk dapat digunakan sebagai acuan dasar pengambilan keputusan serta sumber informasi publik. Beberapa keterbatasan implementasi Kebijakan Jakarta Satu adalah:

  1. Belum tersedianya peraturan perundangan yang mengatur pengelolaan Jakarta Satu. Saat ini Jakarta Satu masih diatur oleh Ingub, belum Perda/Pergub.
  2. Pola pemutakhiran data di Jakarta Satu adalah Dinas CKTRP selaku koordinator memberikan tautan kepada tiap OPD untuk kemudian diisi oleh masing-masing OPD tersebut. Hal ini menjadi masalah karena tidak setiap OPD memahami metode input data spasial, dan tidak setiap OPD memiliki sarana-prasarana yang memadai (contoh: komputer dan jaringan internet tidak memadai).

Selain diskusi Panel, ISI juga sempat melakukan beberapa hal penting, yaitu:

  1. Melakukan penandatanganan kerjasama dengan Dinas PMPTSP Provinsi DKI Jakarta.
  2. Meluncurkan aplikasi “Get Surveyor” yang merupakan platform bagi masyarakat untuk menyewa jasa surveyor.

isi2

 

 

Check Also

konstruksi kemayoran (2)

Acara Pembukaan Indonesia Infrastructure Development Financing dan Indonesia Infrastructure Week 2019

Jakarta, 6 November 2019. Plt. Deputi Gubernur DKI Jakarta Bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup …